Read, Write, and Bike

One habit is good, more is too many

SOBER ME

Oke, internet kantor putus, tidak ada mood untuk menonton filem di hardisk ataupun maen game. Terpikirkan untuk tidur siang tapi kenapa tidak mampir untuk menulis barang sejenak.

Politik, adalah ajang di mana orang saling bicara panjang lebar tentang hal-hal yang membingungkan. Mendebatkan hal-hal yang njelimet di mana pemenang ditentukan dari kerasnya suara dan panjangnya ulasan. Semakin panjang biasanya lawan debat akan semakin bosan dan akhirnya berucap … yaaaa … terserah apa kata loeee dah …

Saya ingat ketika masa SMA dimana politik diperbincangkan dan didiskusikan bahkan dalam kegiatan organisasi keagamaan. Waktu itu saya belum bisa melihat hubungan apa yang ada di balik fenomena itu, tapi saya nikmati saja sebagai alasan untuk keluar kelas dan berlama-lama nongkrong sambil mencuci mata. Tentu saja lebih jelas untuk saya sekarang untuk melihat bagaimana ternyata semua hanyalah soal kepentingan, uang, dan kadang emosi pribadi semata.

Tentu saja semuanya dibungkus dengan kata-kata manis, penampilan yang rapi, dan sering sebut-sebut nama Tuhan. Sedikit bentakan sebagai pemanis. Tapi ya tetep saja, ini hanya soal sekelompok orang mencoba mengendalikan kelompok lainnya. Sekelompok orang mengalahkan kelompok lainnya dan seterusnya.

Bisnis seperti biasa. Yang diturunkan dari generasi yang lebih tua. Yang muda hanya mempercantik permainan kata dan busa.

Filed under: Life, OOT, Opinion, Writing

WOW ….

Saya seharusnya melakukan ritual jalan-jalan tapi saya sempatkan menulis sebentar. Karena ada hal yang luar biasa yang baru saja terjadi. Saya baru saja mampir dari kamar mandi dan sebelum saya masuk saya lihat … seseorang baru saja keluar dan … mematikan lampu.

Luar biasa … tidak pernah terpikirkan oleh saya bahwa di kantor saya tidak pernah mematikan lampu ketika saya keluar dari kamar mandi. Padahal saya tahu, lampu kamar mandi hanya berguna ketika ada orang di dalamnya, dan ada alasan kenapa saklar kamar mandi selalu dipasang di sebelah pintu bagian luar dari sebuah kamar mandi.

Terima kasih ya pak sudah mengingatkan saya ….

Filed under: Life, OOT, Writing

The Wind in The Afternoon

But I won’t cry for yesterday … there’s an ordinary world … somehow I have to find … and if I try to make my way to the ordinary world …  I will learn to survive ….

Yup … kita gak bisa menyesali masa lalu. Kita gak bisa mengharapkan orang lain untuk memahami kita. Kita hanya bisa belajar untuk … survive.

Filed under: OOT

Pages

Archives

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.