Oke, internet kantor putus, tidak ada mood untuk menonton filem di hardisk ataupun maen game. Terpikirkan untuk tidur siang tapi kenapa tidak mampir untuk menulis barang sejenak.
Politik, adalah ajang di mana orang saling bicara panjang lebar tentang hal-hal yang membingungkan. Mendebatkan hal-hal yang njelimet di mana pemenang ditentukan dari kerasnya suara dan panjangnya ulasan. Semakin panjang biasanya lawan debat akan semakin bosan dan akhirnya berucap … yaaaa … terserah apa kata loeee dah …
Saya ingat ketika masa SMA dimana politik diperbincangkan dan didiskusikan bahkan dalam kegiatan organisasi keagamaan. Waktu itu saya belum bisa melihat hubungan apa yang ada di balik fenomena itu, tapi saya nikmati saja sebagai alasan untuk keluar kelas dan berlama-lama nongkrong sambil mencuci mata. Tentu saja lebih jelas untuk saya sekarang untuk melihat bagaimana ternyata semua hanyalah soal kepentingan, uang, dan kadang emosi pribadi semata.
Tentu saja semuanya dibungkus dengan kata-kata manis, penampilan yang rapi, dan sering sebut-sebut nama Tuhan. Sedikit bentakan sebagai pemanis. Tapi ya tetep saja, ini hanya soal sekelompok orang mencoba mengendalikan kelompok lainnya. Sekelompok orang mengalahkan kelompok lainnya dan seterusnya.
Bisnis seperti biasa. Yang diturunkan dari generasi yang lebih tua. Yang muda hanya mempercantik permainan kata dan busa.