UNTUK COSA ARANDA

Disclaimer :

Pada tanggal 19 Mei 2008 Saudara Cosa Aranda sudah melakukan refund untuk pembayaran vcc yang gagal. Tulisan ini tetap ada, namun untuk informasi vcc saja. Terima kasih bung cosa. Semoga terus berkarya.

Kepada YTH COSA ARANDA

Saya menulis posting ini karena anda sama sekali tidak membalas e-mail, sms, bahkan telepon, atau bentuk komunikasi apapun kepada saya selaku pelanggan di market.cosaaranda.com. Bahkan komentar saya di blog anda pun di hapus.

Saya sebagaimana anda dan juga banyak para blogger lain di Indonesia adalah pemakai jasa pengiriman dan pembayaran online paypal. Bedanya tidak seperti anda yang sudah terkenal dan menghasilkan banyak uang, saya baru saja memulai dan masih membutuhkan banyak informasi seputar transaksi internet.

Sebagai orang yang tidak memegang kartu kredit, maka wajar apabila pada awalnya account paypal saya tidak verified. Betapa terhibur hati saya ketika melalui seorang teman saya diberi tahu bahwa anda menulis tentang verifikasi paypal memakai kartu debet ATM Bank Niaga dengan logo Visa Electron. Maka saya pun dengan prasangka baik mencoba untuk membuka rekening di Bank Niaga Kios Kapas Krampung Cabang Dharmahusada. Ternyata default ATM yang diberikan kepada saya bukanlah kartu ATM berlogo Visa Electron tapi reguler Visa debet. Ketika kartu ini saya pakai untuk verifikasi paypal, ternyata ditolak. Awalnya banyak yang saya pikir bisa menjadi penyebab ditolaknya kartu ATM saya ini. Sampai akhirnya saya menemukan banyak posting tentang tidak bisanya ATM Bank Niaga untuk dipakai verifikasi paypal.

Tentu saja hal ini adalah kekurang hati-hatian saya sendiri dalam menyaring informasi mana yang berguna dan mana yang tidak. Di dalam posting anda memang sama sekali tidak menyebut informasi resmi baik dari paypal ataupun Bank Niaga. Anda hanya coba-coba dan ternyata bisa, lalu anda yang memang bukan pegawai paypal ataupun Bank Niaga menganggap bahwa itu sudah cukup. Tentu saja tidak perlu konfirmasi ke callcenter Niaga dan mendapat jawaban “Maaf, Bank Niaga belum membuat kerjasama dengan paypal”. Saya membaca posting anda yang lain dan memang kebanyakan hanya sekedar coba-coba.

Lalu saya mendengar tentang VCC atau virtual credit card, bukan dari situs anda tentu saja. Saya tidak mau coba-coba lagi. Saya menemukan seorang penjual vcc yang menjual vcc dengan harga 75 ribu rupiah. Ternyata oh ternyata, saya juga tidak tahu kenapa kok saya malah nyasar di market.cosaaranda.com yang menjual vcc seharga 65 ribu saja. Penghematan 10 ribu ini tentu saja lumayan lah buat beli rujak cingur atau kare kambing. Saya ikuti tahapan-tahapan di situ. Saya transfer 65 ribu ke rekeing Bank Mandiri atas nama anda Cosa Aranda, saya booking tiket di cosaaranda.biz, dan masih saya sempatkan untuk konfirmasi sms ke nomor telepon 0857-3020-8882. Masih dengan prasangka baik tentu saja.

Karena kebetulan hari itu hari sabtu, maka saya maklum kalau anda mungkin berakhir pekan dan saya tunggu sampai senin. Hari berganti dan saya sama sekali tidak menemukan balasan apapun kecuali balasan otomatis dari cosaaranda.biz. Beberapa kali saya coba dan masih saja tidak ada balasan. Akhirnya saya memutuskan untuk menelepon. Berbeda dengan poto anda di cosaaranda.com yang terlihat garang, ternyata suara anda boleh juga, lembut dan enak didengar. Saya utarakan permasalahan saya dan anda berkata memang ada kendala login di cosaaranda.biz. Saya kaget juga, waduh piye nih.

Karena saya sangat memerlukan uang di paypal yang sebagian besar saya dapatkan dari kerja freelance (grafik desain dan paid review, kalau paid review ini saya terima kasih sebagian infonya dari cosaaranda.com) untuk kelangsungan hidup anak dan isteri, saya memutuskan tidak menunggu dan mengontak penjual vcc lain. Walaupun agak mahal dikit, 75 ribu, namun pelayanannya sangat cepat, komunikasinya langsung via YM dan hanya lima menit untuk mendapatkan nomor vcc, dan 24 jam untuk expuse numbernya, wow ternyata selisih 10 ribu bisa begitu besar efeknya.

Walhasil, account paypal saya pun ter verified pula akhirnya. Saya bisa mengirim dana paypal ke account lain, dan menarik dana ke rekening Bank saya. Namun saya masih menunggu kelanjutan 65 ribu rupiah itu, piye kok gak ada respon blas ki sanak?

Soal anda kehilangan kendali atas cosaaranda.biz dan soal uang itu lain. Karena uang itu masuk ke rekening atas nama anda, bukan atas nama orang lain, atau anda memang juga kehilangan kendali atas rekening anda juga? Waduh, kalau yang terjadi seperti itu, saya turut berduka cita, ki sanak. Jangan-jangan ketika menulis posting, berbicara di seminar, atau mandi duit, anda juga kehilangan kendali atas diri anda dan melakukan itu semua tanpa kendali, hehehe.

Walaupun begitu saya masih mendukung anda kok. Terus berkarya, JANGAN COBA-COBA.

UPDATE :

Saya lupa menambahkan :

- Hari saya mendapat support ticket adalah : Fri Apr 25, 2008 (UTC) jadi disini sabtu siang 26 April

- dan posting market place ditutup adalah tanggal May 10th, 2008

- Bukan promosi nih, tapi untuk vcc yang paling lengkap infonya di vccindonesia.wordpress.com atau langsung YM : palupi.dewi , do’i biasa online jam 18.00 sampai 24.00, avatar YM nya cewek cakep loh.

POLITIK EKONOMI

Membuat pilihan politik berdasar pertimbangan ekonomi entah kenapa lebih logis bagi saya dari pada pertimbangan lain. Dulu ketika pertai kuning itu berkuasa, sangat mencolok akibat politis dari pilihan sebuah daerah. Daerah yang kalau jalannya rusak dan lama tidak diperbaiki, kita dengan gampang memvonis, di daerah itu, partai kuning kalah suara, ya gak?

Tugas dari partai selain kuning tentu saja memperjuangkan basis suaranya sehingga kalaupun partai kuning kalah di daerah mereka, jalan tetap baik, dan kehidupan rakyat pendukungnya tetap terjamin. Kalau mereka gagal memperjuangkan itu dan hanya sibuk menyuarakan pembaharuan dan macam macam, ya sama saja bohong.

Sekarang keadaan sudah berubah. Partai kuning tidak lagi berkuasa. Tindakan opresif dan tekanan politis sekarang tentu saja tidak lagi sehebat dulu. Sekarang kehidupan sudah lebih merata, merata susahnya tentu saja.

Namun sekarang semua jadi kabur. Katakanlah sebuah partai menang di suatu daerah, belum tentu jalan di daerah itu baik. Sama ketika partai itu pun kalah dan berganti partai yang lain, jalan itu belum juga jadi baik.

Saya tentu saja bukan seorang yang hidup di masa lalu. Hidup harus terus berjalan, harus terus menerus berganti dan mencoba hal hal baru. Banyak hal baik terjadi sekarang, tapi masih banyak hal buruk tersisa untuk diperbaiki.

FANTASI SURGA

Salahkah orang bermimpi akan surga? Salahkah orang menjadikan sebagai tujuan hidupnya kelak, setelah habis kehidupan yang ia jalani sekarang?

Tidak semua orang bisa terlahir dan menjalani hidup yang berkecukupan dan terpelajar. Tidak semua orang bisa kuliah atau sekolah di Jepang, atau berkarir sebagai dosen, atau kaum terpelajar lainnya. Ada orang yang hidupnya jauh dari semua hingar bingar. Ada orang yang ketika orang lain masih tidur terlelap, dia harus berangkat dalam pekatnya kabut pagi dan udara pegunungan yang dingin menusuk. Mulai pagi hingga matahari terbenam dia harus bekerja di sawah, berteman dengan teriknya panas matahari, berbekal hanya satu botol minum, dan makan jatah nasi pemberian sang pemilik sawah.

Ketika pulang ia temui istri dan anak-anaknya, menemani mereka bercanda, membaca majalah-majalah bekas dan usang, sambil menemani si kecil yang sedang asik mengerjakan PR dari sekolah. Rasa pegal dan penat terlebur bersama pijitan ikhlas sang istri. Dan ketika semua sudah tertidur, sang bapak pergi ke surau, untuk mendengarkan petuah dan nasihat, tentang kebenaran, tentang kesabaran, dan kabar gembira bernama surga.

Dengan penuh perhatian ia menyemak semua perkataan sang ustadz, merenungi dirinya dan mencari apa yang masih kurang, apa yang ia belum mampu kerjakan. Salahkah laki-laki ini kalau dia mengharapkan semua kesabaran dan perjuangan hidupnya yang keras nantinya akan dibalas dengan sebuah kehidupan yang lebih baik? Untuk dirinya, anak dan istrinya? Balasan berupa surga, adalah satu-satunya yang membuat dia bertahan dan bersabar. Adalah surga yang membuat ia menahan diri dari gelap mata dan bertindak tanpa aturan.

Apakah salah kalau ia melakukan hal-hal kecil dan remeh, yang oleh orang-orang terpelajar di sebut ‘mengkultuskan dan berlebih-lebihan’, sementara menurut orang-orang terpelajar itu yang boleh dikultuskan hanyalah jagoan yang mengeluarkan sinar api dari tangannya, atau jagoan pedang yang setiap hari membunuh, yang setiap hari mereka resapi dan renungi dari kotak kecil berwarna-warni bernama televisi?

Mungkin terlalu banyak ia berpikir, seharusnya ia berpikir saja tentang cangkul, tentang arit, tentang traktor dan pupuk. Atau soal angkringan.

« Previous PageNext Page »